Here are some simple steps to create a Shabby Chic Cottage Christmas by turning your house or apartment in a place of warmth this season!
1. Choose a palette of colors - white and cream are the basic colors for Shabby Chic style Christmas decorations and projects. They can be used either for creating themes casual or elegant. White can be used cans or warm up with beautiful pastels like pink, blue or lavender.
2. Fabrics - Using beautiful vintage inspired floral fabrics to meet your Christmas colors. Would improve and elegant damask theme, while padded quilted flowers, White Denim and cans are used for tablecloths and napkins clean cloth for a more casual setting.
3. China - Set your table with China wrong memory stick to your theme. Fri boxes that are made cheaply with the help of your local thrift shops and flea markets. Using simple flat white with accents of flowers in china seriously add a special charm of Christmas Shabby chic.
4. Candles / Lighting - IllumiWhite treenated Christmas lights is a crucial element in creating the atmosphere of heat. tree lamps are ideal for doors and coats. A chandelier adorned with glass prism reflects light. Candles of different sizes, beautifully rendered in old barrels or saucers will add extra Die
5. Christmas Tree Decoration / Floral - When entertaining guests, fresh flowers as Finishing Touches anywhere in your home. A bunch a flower here and there. Use of interesting things to show them in pots as tea, bottles, bottles of water. A single white rose in a small vase next to the sink in the bathroom remind your friends and family that you care about every detail.
6. Pillows - Set your decorative pillows with floral white or cream chairs, benches, and an unexpected areas inviting comfortable atmosphere, while adding an extra seat.
7. Cushion covers - If you have no furniture and slip-covered and pre-made covers are relatively inexpensive boxes purchased in various stores. The benefits of your furniture covers protect your furniture during the holiday season occasional spill. Just take off and throw them in your washing machine, Pls your guests have left.
decoration in a shabby chic cottage Brings joy and elegance of the Christmas holidays. It is a charming family, friendly, and relatively inexpensive. Decorate with the things you love and warmth of the season fill your home seriously. Happy Holidays from our house to yours.
Friday, November 19, 2010
Wednesday, November 17, 2010
Merancang Rumah Berkonsep Modern
Rumah konsep modern adalah sebuah konsep yang mengedepankan gaya baru yang sangat berbeda dengan gaya pada masa sebelumnya. Saat ini gaya modern masih terus berkembang dan mungkin saja akan terus berkembang, sama seperti gaya etnik atau yang lainnya. Menilik dari sejarah munculnya konsep ini, gaya modern lahir sekitar tahun 1920-an. Kehadirannya berfungsi untuk menyederhanakan detail-detail dan ornamen serta dekorasi pada gaya yang ada sebelumnya.
Menurut arsitek Briyan Talaosa, ciri-ciri yang paling menonjol pada konsep modern adalah kesederhanaan bentuk dan dekorasi. Lantaran penyederhanaan bentuk detail tersebut, kata Briyan, tentunya sangat berpengaruh pula pada bentuk fasad dan material yang biasanya digunakan pada hunian dengan konsep modern ini.
”Biasanya fasad bangunan cenderung sederhana, tanpa dekorasi yang bentuknya lengkung berulang-ulang (seperti detail gaya klasik) atau fasad pada gaya ini cenderung polos dan lebih menonjolkan karakter material yang dipakai sebagai unsur utama sekaligus sebagai dekorasi pada gaya ini,” ujar dia.
Sementara menurut arsitek Erwin Hawawinata, modern sebenarnya bukan suatu gaya, tetapi “fungsi” yang menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan dari fungsi sebelumnya atau yang biasa dikenal dengan “tradisional” atau “gaya klasik”.
Erwin juga menambahkan, hal tersebut karena gaya ini cenderung menyesuaikan dengan kebutuhan. Sejumlah orang senang dengan gaya tradisional atau klasik karena dianggap lebih elegan, mewah, dan sebagainya. Namun, kembali ke fungsi dan manfaatnya. “Gaya modern lebih banyak dipilih pada saat ini karena dianggap lebih memberikan kemudahan, baik dalam fungsi maupun pemeliharaan,” ujar Erwin.
Sebagian orang yang suka dengan gaya modern sebab daya tariknya terletak pada bentuk desain yang cenderung ’jujur’ dan sederhana serta terkesan clean,” ujar Briyan. Alasan lainnya, tentu kembali pada masing-masing penghuni rumah dalam menentukan pilihan model desain untuk huniannya. Selain karena soal selera dari penghuni, sebut Briyan, biasanya faktor usia, kematangan emosi, fungsi bangunan, atau bahkan budgeting ikut menentukan pilihan selera seseorang dalam menentukan model atau gaya huniannya.
Hal lainnya, seperti halnya tipe busana, gaya modern pada hunian pun dipilih karena tren yang sedang berkembang di masyarakat dan ini menjadi faktor utama yang melatarbelakangi seseorang memilih bangunan dengan konsep modern. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengaplikasikan konsep ini, yang pertama adalah tetap berpatokan pada bentuk-bentuk dasar dan geometris yang dikombinasikan dengan warna dan elemen. Selain itu, hindari bentuk detail yang berlebihan.
Hal kedua yang perlu diperhatikan, aksesori yang digunakan di dalam ruangan. Sebaiknya jangan gunakan aksesori terlalu banyak dan berdetail. Pastikan Anda memilih yang sesuai dengan fungsi atau kebutuhan ruang. Tentunya berkaitan juga dengan komponen warna dan lighting ruangan, seperti accent lighting, general lighting.
Selanjutnya warna, biasanya gaya ini mengusung warna-warna netral seperti abu-abu, putih, atau warna netral lainnya Menurut arsitek Erwin Hawawinata, warna untuk desain interior bergantung pada pengguna ruangan tersebut. Jadi, tidak ada kekhususan dalam hal pemilihan warna. Begitu pun dengan lantai. Pada desain modern umumnya menggunakan jenis lantai seperti marmer, kayu, kayu sintetik, keramik, dan lain-lain. Bagi Anda yang awalnya sudah menggunakan material kayu sebagai lantai jangan khawatir. Sebab, kayu merupakan elemen yang sangat “perfect” sehingga dapat dipadupadankan dengan desain modern.
“Selain itu, efek kayu tidak tergantikan. Paduan sangat beragam, bisa menjadi aksen ataupun elemen utama dalam mendekorasi,” kata Erwin. (source: Koran SI)
Menurut arsitek Briyan Talaosa, ciri-ciri yang paling menonjol pada konsep modern adalah kesederhanaan bentuk dan dekorasi. Lantaran penyederhanaan bentuk detail tersebut, kata Briyan, tentunya sangat berpengaruh pula pada bentuk fasad dan material yang biasanya digunakan pada hunian dengan konsep modern ini.”Biasanya fasad bangunan cenderung sederhana, tanpa dekorasi yang bentuknya lengkung berulang-ulang (seperti detail gaya klasik) atau fasad pada gaya ini cenderung polos dan lebih menonjolkan karakter material yang dipakai sebagai unsur utama sekaligus sebagai dekorasi pada gaya ini,” ujar dia.
Sementara menurut arsitek Erwin Hawawinata, modern sebenarnya bukan suatu gaya, tetapi “fungsi” yang menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan dari fungsi sebelumnya atau yang biasa dikenal dengan “tradisional” atau “gaya klasik”.
Erwin juga menambahkan, hal tersebut karena gaya ini cenderung menyesuaikan dengan kebutuhan. Sejumlah orang senang dengan gaya tradisional atau klasik karena dianggap lebih elegan, mewah, dan sebagainya. Namun, kembali ke fungsi dan manfaatnya. “Gaya modern lebih banyak dipilih pada saat ini karena dianggap lebih memberikan kemudahan, baik dalam fungsi maupun pemeliharaan,” ujar Erwin.
Sebagian orang yang suka dengan gaya modern sebab daya tariknya terletak pada bentuk desain yang cenderung ’jujur’ dan sederhana serta terkesan clean,” ujar Briyan. Alasan lainnya, tentu kembali pada masing-masing penghuni rumah dalam menentukan pilihan model desain untuk huniannya. Selain karena soal selera dari penghuni, sebut Briyan, biasanya faktor usia, kematangan emosi, fungsi bangunan, atau bahkan budgeting ikut menentukan pilihan selera seseorang dalam menentukan model atau gaya huniannya.
Hal lainnya, seperti halnya tipe busana, gaya modern pada hunian pun dipilih karena tren yang sedang berkembang di masyarakat dan ini menjadi faktor utama yang melatarbelakangi seseorang memilih bangunan dengan konsep modern. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengaplikasikan konsep ini, yang pertama adalah tetap berpatokan pada bentuk-bentuk dasar dan geometris yang dikombinasikan dengan warna dan elemen. Selain itu, hindari bentuk detail yang berlebihan.
Hal kedua yang perlu diperhatikan, aksesori yang digunakan di dalam ruangan. Sebaiknya jangan gunakan aksesori terlalu banyak dan berdetail. Pastikan Anda memilih yang sesuai dengan fungsi atau kebutuhan ruang. Tentunya berkaitan juga dengan komponen warna dan lighting ruangan, seperti accent lighting, general lighting.
Selanjutnya warna, biasanya gaya ini mengusung warna-warna netral seperti abu-abu, putih, atau warna netral lainnya Menurut arsitek Erwin Hawawinata, warna untuk desain interior bergantung pada pengguna ruangan tersebut. Jadi, tidak ada kekhususan dalam hal pemilihan warna. Begitu pun dengan lantai. Pada desain modern umumnya menggunakan jenis lantai seperti marmer, kayu, kayu sintetik, keramik, dan lain-lain. Bagi Anda yang awalnya sudah menggunakan material kayu sebagai lantai jangan khawatir. Sebab, kayu merupakan elemen yang sangat “perfect” sehingga dapat dipadupadankan dengan desain modern.
“Selain itu, efek kayu tidak tergantikan. Paduan sangat beragam, bisa menjadi aksen ataupun elemen utama dalam mendekorasi,” kata Erwin. (source: Koran SI)
Tuesday, November 16, 2010
Taman Teduh Bernuansa Hijau
Imbauan untuk menanam pohon di seputar rumah tinggal, bukan tanpa alasan. Menurut hasil penelitian, sebatang pohon memiliki kemampuan menyerap 12 kg gas polutan CO2 dan memproduksi oksigen yang cukup bagi empat orang dalam satu tahun. Menyadari hal ini, pemilik yang sangat mencintai lingkungan memilih untuk turut melestarikan ekosistem di seputar halaman rumahnya. Sebagai konsekuensi-nya, pemilik dan arsitek lanskap Ita Burhan dari Indra Tata Adilaras menyesuaikan konsepnya dengan penerapan sebuah taman teduh (shade garden).
Ita Burhan menerapkan beberapa pendekatan sederhana dengan tanaman hias daun yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap suasana teduh. Variasi bentuk diperoleh dengan sistem memadukan beragam jenis tanaman yang memiliki pola, tekstur dan warna hijau yang bergradasi. Upaya ini ternyata mampu menampilkan komposisi heterogen tanaman yang memiliki nuansa warna hijau monokromatik.
Komposisi tanaman sengaja ditempatkan merapat ke dinding pagar, karena keberadaannya diperuntukan sebagai “pelunak” struktur dinding dan penyangga pandangan (view barrier) untuk menjaga privasi taman dalam. Beberapa tanaman pohon dengan karakter daun berbentuk jarum seperti Podocarpus (Elengatus dan Neriifolius) dan Melalleuca quinquinerva ditanam di sepanjang sisi pagar. Di depan pohon tersebut ditanam macam-macam jenis Agloenema antara lain A.jubille, silverqueen, maphilindo dan Donna carmen.
Komposisi yang lebih “tebal” berada pada area di seputar stepping stone, yaitu tanaman semak rendah dan jenis tanaman penutup tanah (ground cover). Ada pula perpaduan dari beberapa jenis tanaman hias daun antara lain Wrightia religiosa dan Bromelia serta jenis tanaman yang dapat menghasilkan bunga meskipun berada di tempat yang teduh, yaitu Costus hybrid dan Spathyphyllum. Di antara komposisi ground cover ditempatkan beberapa tanaman kayu putih yang bertajuk transparan.
“Atraksi” warna lebih terasa pada komposisi pohon yang ditanam di halaman yang menghadap ke bagian depan. Beberapa jenis “bakal” pohon yang tumbuhnya mengerucut berjajar di sepanjang pagar. Setiap jenis menampilkan ekspresi warna dan keindahan tekstur daunnya yang beragam. Selebihnya berupa hamparan rumput gajah mini yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan setengah teduh dan bagus untuk anak-anak beraktivitas di seputar play ground.
Untuk menghindari risiko busuk karena kelembapan yang berlebihan, arsitek lanskap menerapkan sistem drainase yang dirancang baik. Dengan sistem ini upaya pemilik dan arsitek lanskap untuk mempertahankan air tanah dan menciptakan rumah tinggal yang nyaman melalui aspek penghijauan di seputar rumahnya, diharapkan akan memberi kontribusi positif untuk mengatasi efek pemanasan dalam upaya mikro.
Ita Burhan menerapkan beberapa pendekatan sederhana dengan tanaman hias daun yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap suasana teduh. Variasi bentuk diperoleh dengan sistem memadukan beragam jenis tanaman yang memiliki pola, tekstur dan warna hijau yang bergradasi. Upaya ini ternyata mampu menampilkan komposisi heterogen tanaman yang memiliki nuansa warna hijau monokromatik. Komposisi tanaman sengaja ditempatkan merapat ke dinding pagar, karena keberadaannya diperuntukan sebagai “pelunak” struktur dinding dan penyangga pandangan (view barrier) untuk menjaga privasi taman dalam. Beberapa tanaman pohon dengan karakter daun berbentuk jarum seperti Podocarpus (Elengatus dan Neriifolius) dan Melalleuca quinquinerva ditanam di sepanjang sisi pagar. Di depan pohon tersebut ditanam macam-macam jenis Agloenema antara lain A.jubille, silverqueen, maphilindo dan Donna carmen.
Komposisi yang lebih “tebal” berada pada area di seputar stepping stone, yaitu tanaman semak rendah dan jenis tanaman penutup tanah (ground cover). Ada pula perpaduan dari beberapa jenis tanaman hias daun antara lain Wrightia religiosa dan Bromelia serta jenis tanaman yang dapat menghasilkan bunga meskipun berada di tempat yang teduh, yaitu Costus hybrid dan Spathyphyllum. Di antara komposisi ground cover ditempatkan beberapa tanaman kayu putih yang bertajuk transparan.
“Atraksi” warna lebih terasa pada komposisi pohon yang ditanam di halaman yang menghadap ke bagian depan. Beberapa jenis “bakal” pohon yang tumbuhnya mengerucut berjajar di sepanjang pagar. Setiap jenis menampilkan ekspresi warna dan keindahan tekstur daunnya yang beragam. Selebihnya berupa hamparan rumput gajah mini yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan setengah teduh dan bagus untuk anak-anak beraktivitas di seputar play ground.
Untuk menghindari risiko busuk karena kelembapan yang berlebihan, arsitek lanskap menerapkan sistem drainase yang dirancang baik. Dengan sistem ini upaya pemilik dan arsitek lanskap untuk mempertahankan air tanah dan menciptakan rumah tinggal yang nyaman melalui aspek penghijauan di seputar rumahnya, diharapkan akan memberi kontribusi positif untuk mengatasi efek pemanasan dalam upaya mikro.
Tampil Menarik dengan Interior Modern Klasik
Gaya klasik kerap kali identik dengan tampilan kuno. Maklum saja, inspirasi gaya ini hadir dari Eropa pada era Victorian. Meski menggemari gaya yang satu ini, tidak berarti rumah kita jadi tampak tua. Untuk mengakalinya, coba saja padukan dengan sentuhan-sentuhan modern di sana-sini.
Seperti ruang keluarga dalam foto ini. Tampilannya kental dengan gaya klasik. Terlihat dari ornamen lengkung dan ukiran khas Eropa, pada cermin, lemari buffet , meja, dan bingkai sofa. Tapi melihat ke ruangan ini, kita tidak lantas merasakan suasana kuno? Hal ini dikarenakan adanya sentuhan elemen modern.
Apa saja elemen modern yang ada di sini? Pertama, lampu gantung, di sisi sofa. Lampu gantung berdesain sederhana, bergaya modern. Bentuk sederhana ini membuat ruangan bergaya klasik, yang sarat dengan furnitur besar ini, terasa lebih ringan dan seimbang.
Satu lagi sentuhan modern di ruangan ini, adalah gorden. Lazimnya, ruangan-ruangan bergaya klasik, menggunakan gorden dengan motif besar dan berwarna keemasan. Bahannya pun dipilih yang tebal dan berkesan berat. Sebaliknya dengan ruangan yang satu ini. Si empunya rumah memilih kain gorden polos untuk menyeimbangkan tampilan furnitur yang sudah dipenuhi ornamen. Pilihan warna netral senada dengan warna upholstery dan cushion .
Tambahan lagi, tumbuh-tumbuhan hijau, membuat ruangan ini terasa lebih lembut dan hidup. Hasilnya, meski diberi sentuhan modern, ruangan ini tidak kehilangan keanggunan ala gaya klasiknya. Tapi tidak juga berkesan berat dan kuno. Segala sesuatu yang seimbang, memang lebih nyaman. (source: ideaonline.co.id, foto: http://www.countryliving.com)
Seperti ruang keluarga dalam foto ini. Tampilannya kental dengan gaya klasik. Terlihat dari ornamen lengkung dan ukiran khas Eropa, pada cermin, lemari buffet , meja, dan bingkai sofa. Tapi melihat ke ruangan ini, kita tidak lantas merasakan suasana kuno? Hal ini dikarenakan adanya sentuhan elemen modern.Apa saja elemen modern yang ada di sini? Pertama, lampu gantung, di sisi sofa. Lampu gantung berdesain sederhana, bergaya modern. Bentuk sederhana ini membuat ruangan bergaya klasik, yang sarat dengan furnitur besar ini, terasa lebih ringan dan seimbang.
Satu lagi sentuhan modern di ruangan ini, adalah gorden. Lazimnya, ruangan-ruangan bergaya klasik, menggunakan gorden dengan motif besar dan berwarna keemasan. Bahannya pun dipilih yang tebal dan berkesan berat. Sebaliknya dengan ruangan yang satu ini. Si empunya rumah memilih kain gorden polos untuk menyeimbangkan tampilan furnitur yang sudah dipenuhi ornamen. Pilihan warna netral senada dengan warna upholstery dan cushion .
Tambahan lagi, tumbuh-tumbuhan hijau, membuat ruangan ini terasa lebih lembut dan hidup. Hasilnya, meski diberi sentuhan modern, ruangan ini tidak kehilangan keanggunan ala gaya klasiknya. Tapi tidak juga berkesan berat dan kuno. Segala sesuatu yang seimbang, memang lebih nyaman. (source: ideaonline.co.id, foto: http://www.countryliving.com)
Memanfaatkan Cahaya Alami di Ruang Baca
Faktor terpenting dalam membangun suasana yang nyaman di ruang baca adalah cahaya. Aktivitas membaca membutuhkan tingkat keterangan dengan iluminasi yang relatif tinggi. Pada umumnya yang dibutuhkan untuk membaca buku dan majalah adalah sekitar 400 lux. Kurangnya cahaya membuat aktivitas membaca akan terganggu. Selain itu, kekurangan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada mata.
Cahaya untuk ruang baca bisa diperoleh melalui pencahayaan alami dari matahari. Hal ini tentunya lebih menghemat konsumsi listrik Anda. Cahaya matahari bisa dimasukkan dengan membuat bukaan yang cukup lebar di ruang baca.
Ruang baca pada gambar di samping, misalnya, memiliki jendela yang lebar di bagian depan meja baca. Jendela yang lebar ini memberikan kesan lapang pada ruangan. Pemandangan melalui jendela ke arah kolam renang memberikan suguhan yang menarik. Aktivitas membaca pun lebih nyaman ketika sejenak mata berelaksasi dengan pemandangan kolam renang.
Anda bisa menambahkan tirai untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang berlebih. Posisi jendela harus Anda perhatikan sebelum membuat jendela yang lebar untuk ruang baca. Hindarilah meletakkan jendela di barat. Cahaya matahari dari arah barat menyilaukan dan tidak baik untuk mata. (source: properti.kompas.com, foto: http://rafirafi.com)
Cahaya untuk ruang baca bisa diperoleh melalui pencahayaan alami dari matahari. Hal ini tentunya lebih menghemat konsumsi listrik Anda. Cahaya matahari bisa dimasukkan dengan membuat bukaan yang cukup lebar di ruang baca.Ruang baca pada gambar di samping, misalnya, memiliki jendela yang lebar di bagian depan meja baca. Jendela yang lebar ini memberikan kesan lapang pada ruangan. Pemandangan melalui jendela ke arah kolam renang memberikan suguhan yang menarik. Aktivitas membaca pun lebih nyaman ketika sejenak mata berelaksasi dengan pemandangan kolam renang.
Anda bisa menambahkan tirai untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang berlebih. Posisi jendela harus Anda perhatikan sebelum membuat jendela yang lebar untuk ruang baca. Hindarilah meletakkan jendela di barat. Cahaya matahari dari arah barat menyilaukan dan tidak baik untuk mata. (source: properti.kompas.com, foto: http://rafirafi.com)
Monday, November 15, 2010
Interior Oriental yang Selalu Menawan
Gaya interior sekarang ini makin banyak ragamnya. Salah satu tema yang selalu up to date dan kerap dipakai lantaran tak pernah lekang oleh waktu adalah gaya Oriental. Tidak saja interior rumah tinggal dan perkantoran, namun juga commercials space seperti hotel, restoran, cafe, dan sebagainya. Gaya oriental merupakan bawaan dari budaya Ketimuran yang berkembang di wilayah Cina, Jepang, Korea, hingga Vietnam, Thailand, bahkan Persia. Kebudayaan pada masa kejayaan Kekaisaran di Istana Cina dan Jepang membawa dampak yang kuat dan menjadi akar budaya kehidupan masyarakatnya. Budaya ini terus menerus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dalam berbagai bentuk termasuk segi arsitektural bangunan.Konsep oriental pada bangunan biasanya muncul pada bentuk bangunan secara fisik/eksterior maupun interiornya. Meliputi bentuk atap, layout ruang, bentuk bangunan/unsur dinding bangunan, pintu gerbang/entrance, sampai kepada jenis furniture dan aneka aksen/ornamen ruang. Pada gaya rumah modern masa kini, konsep oriental ini mengalami evolusi yang luar biasa. Kekayaan bentuk yang terus dieksplorasi oleh para perancang menjadikan kesan oriental dengan mudah diaplikasikan kepada jenis-jenis bangunan modern. Bentuk gate/pintu gerbang dan pengolahan unsur dinding dalam ruang/bangunan merupakan salah satu contoh fisik yang langsung tampak dari luar. Sedangkan pemilihan aksen/ornamen kunci dan furniture pada interior akan memudahkan terciptanya gaya oriental di dalam ruang Anda.
Sebagai contoh pada style Japanesse interior, penggunaan material dekorasi interior dan furnitur dari kayu. Gaya oriental cenderung kental dengan warna natural. Unsur alami seperti kayu, batu alam, bambu, dan lukisan dinding dari kertas lebih sering dipakai. Unsur lainnya yang populer dalam interior bergaya Oriental adalah abjad China atau dikenal dengan Conji (huruf Kanji) yang biasa ditulis menjadi kaligrafi China pada lembar kertas yang dipajang pada dinding dan menjadi aksen/ornamen kunci pada ruang. Sentuhan gaya oriental juga tercermin dalam pemilihan warna merah, emas, hitam, dan putih untuk tema ruang. Beberapa item Oriental yang dapat digunakan untuk mendekorasi rumah misalnya bambu, simbol keagamaan, ornamen etnik, dan hiasan dinding bergambar/lukisan naga atau bunga teratai.
Untuk rumah mungil yang tetap ingin menggunakan konsep oriental namun juga tidak meninggalkan konsep rumah hijau, cobalah untuk menata sebidang taman kering kecil di dalam rumah. Karena konsep inner garden sebenarnya telah ada pada layout rumah Jepang masa lampau. Unsur untuk inner garden, dengan atau tanpa unsur air adalah batu alam baik ukuran besar maupun kecil, pasir/kerikil, bambu/tanaman lain yang efisien ruang, dan tempat lampu dari batu. Tambahan lighting akan mempercantik inner garden di rumah Anda. (source: http://news.id.msn.com, foto: www.livingpod.org)
Balkon Rumah Tropis nan Alami
Balkon jangan dibuat ala kadarnya. Bagian ruang luar rumah yang satu ini juga patut didandani. Selain membuat tampilan rumah jadi lebih cantik, Anda pun akan lebih betah menghabiskan waktu di sana. Mau contoh?
Ini dia balkon yang pas banget untuk rumah di daerah tropis. Dominasi kayu membuat balkon kental dengan sentuhan natural.
Balkon ini ada di rumah Wirianto, di Bekasi. Kayu bangkirai menjadi elemen utama di balkon seluas 24,375 m2 ini. Lantai, tiang, dan atap, tidak luput dari sentuhan kayu ini. Untuk lantai, dipilih kayu dengan motif garis, tampilannya pun estetis.
Lantai disusun dengan pola melintang dan membujur, sehingga tidak tampak polos. Susunan demikian juga jitu menyiasati pemuaian dan penyusutan kayu, akibat perubahan cuaca. Pun memberi gradasi warna yang indah.
Struktur atap balkon juga pakai kayu bangkirai. Sebagai penutup atasnya, digunakan lembaran polikarbonat. Lembaran transparan ini, di siang hari, meneruskan sinar matahari, sehingga membentuk bayangan yang cantik. Selain itu, polikarbonat membuat tampilan atap lebih ringan. (source: properti.kompas.com, foto: iDEA/Dean Martin Saerang)
Ini dia balkon yang pas banget untuk rumah di daerah tropis. Dominasi kayu membuat balkon kental dengan sentuhan natural.
Balkon ini ada di rumah Wirianto, di Bekasi. Kayu bangkirai menjadi elemen utama di balkon seluas 24,375 m2 ini. Lantai, tiang, dan atap, tidak luput dari sentuhan kayu ini. Untuk lantai, dipilih kayu dengan motif garis, tampilannya pun estetis.
Lantai disusun dengan pola melintang dan membujur, sehingga tidak tampak polos. Susunan demikian juga jitu menyiasati pemuaian dan penyusutan kayu, akibat perubahan cuaca. Pun memberi gradasi warna yang indah.
Struktur atap balkon juga pakai kayu bangkirai. Sebagai penutup atasnya, digunakan lembaran polikarbonat. Lembaran transparan ini, di siang hari, meneruskan sinar matahari, sehingga membentuk bayangan yang cantik. Selain itu, polikarbonat membuat tampilan atap lebih ringan. (source: properti.kompas.com, foto: iDEA/Dean Martin Saerang)
Subscribe to:
Posts (Atom)





